Minggu (6/7), Balai Wilayah II BMKG (Bawil II) susun laporan keuangan berkualitas untuk pertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Rekonsiliasi Laporan Keuangan Semester I se-Bawil II di Hotel Ratu Bidakara Serang, Banten (5-8/7).
Menurut Deputi Bidang Meteorologi, Yunus Suwarinoto yang mewakili Kepala BMKG dalam membuka acara ini pada Sabtu malam (5/7), laporan Keuangan BMKG yang berkualitas adalah laporan keuangan yang akuntabel dan transparan serta sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Laporan ini sekaligus untuk mempertahankan Opini WTP (Murni) terhadap laporan keuangan BMKG 2014 yang akan datang.
Selain itu, beliau juga menyampaikan pentingnya kegiatan rekonsiliasi ini. Pertama, Rekonsiliasi merupakan bagian dari mekanisme fasilitas penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Kementerian/Lembaga kepada Menteri Keuangan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang-undangan, yaitu untuk menghasilkan keakuratan dan ketepatan waktu laporan keuangan kepada Menteri Keuangan.
Kedua, rekonsiliasi merupakan wahana untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan Tidak Lanjut Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan BMKG oleh BPK RI. Dan ketiga, selama rekonsiliasi akan disampaikan sosialisasi peraturan baru terkait dengan pengolahan Dana APBN dalam peraturan baru tersebut telah dilakukan perubahan-perubahan yang sangat fundamental dalam mendorong percepatan realisasi pembangunan, peningkatan fungsi kontrol pada tingkat pelaksanaan pembangunan, pengelola anggaran dan kontrak guna mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan BMKG.
Kemudian belaiu juga mengingatkan prestasi yang diraih BMKG terkait dengan laporan keuangan dan Barang Milik Negara pada tahun 2014 ini. Pertama, penghargaan terbaik 1, untuk kepatuhan pelaporan BMN tingkat Kementerian/Lembaga yang mempunyai lebih dari 100 Satker oleh Kementerian Keuangan.
Kedua, Penghargaan terbaik 1, untuk Tingkat Lembaga terkait dengan Percepatan Laporan Realisasi Keuangan/Kegiatan dan 9 Kriteria lainnya oleh Ketua TEPPA/UKP4. Dan ketiga, BMKG merupakan salah satu Kementerian/Lembaga yang dipilih untuk menyampaikan:Bagaimana kiat-kiat untuk dapat memperoleh penghargaan Opini WTP atas Laporan Keuangan/BMN secara berturut-turut, dalam Media Ditjen KKN.
Sedangkan kendala yang sering muncul pada kegiatan rekonsiliasi ini, menurut Suharto seorang instruktur yang sudah lebih dari 10 kali mengikuti kegiatan ini adalah berkenaan dengan perubahan peraturan yang diterima BMKG sering terlambat atau waktunya sangat mepet dan pergantian personil yang menangani SIMAK dan BMN yang mengakibatkan ketidaksesuaian dalam penyusunan.
Menurut Mafian peserta dari Stamet Serang yang sudah 3 kali mengikuti kegiatan rekonsiliasi ini, pergantian personil dilakukan 2 tahun sekali. Kami sempat kesulitan dalam menyusun laporan pada sistem, sering salah menginput. Kemudian masalah bertambah dengan adanya peraturan yang berubah, tetapi itu semua bisa diatasi dengan baik.
Kegiatan Rekonsiliasi ini diikuti 43 Stasiun yang berada di Bawil II, STMKG, dan 3 satker mandiri dari Pusdiklat, Puslitbang, dan Inspektorat. Turut hadir pada acara ini Kepala Bawil II, Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Kepala Inspektorat, tim review dari Inspektorat, tim Perencanaan dan instruktur dari Biro Umum serta perwakilan Kementerian Keuangan dari DJKN dan DJPB.
Sedangkan agenda rekonsiliasi pada kali ini mencakup acara pembukaan yang berisi sambutan dan pengarahan, inventarisasi serta verifikasi data, melakukan backup dan penggambungan data SAI SAK dan SIMAK BMN tingkat wilayah . (tk)