Tutorial kali ini akan membuat CAL-BMN Satker semester I 2016, untuk CAL-BMN tahunan dapat menyesuaikan.

  1. Pastikan PC/Laptop minimal terinstall aplikasi berikut:
    • SIMAK-BMN – dapat diperoleh di link ini
    • Nitro Pro 9 – untuk OS 32bit di link ini, 64bit di link ini
    • Microsoft Office 2010
    • Aplikasi CALBMN – bisa diperoleh di link ini
  1. Kosongkan folder TEMP dan xcell yang terdapat pada C:\BMNKPB13

  1. Buka aplikasi SIMAK dengan menggunakan tahun anggaran 2015 untuk mengambil saldo awal dengan memilih menu Laporan -> Laporan Posisi BMN di NERACA -> pilih Tahunan dan klik proses -> keluar dari tampilan neraca tanpa proses print

  1. Buka folder C:\BMNKPB13\xcell dan ganti nama file neracabmn menjadi saldoawal.

Jangan mengubah extensi file dari xls ke xlsx maupun sebaliknya.

  1. Logout SIMAK-BMN dan masuk sebagai tahun anggaran 2016 untuk mengambil saldo akhir dengan memilih menu Laporan -> Laporan Posisi BMN di NERACA -> pilih Semesteran -> pilih Semester I dan klik proses -> keluar dari tampilan neraca tanpa proses print
  1. Buka folder C:\BMNKPB13\xcell dan ganti nama file neracabmn menjadi saldoakhir.
  1. Kembali ke SIMAK-BMN dan cetak Laporan Penyusutan, dengan memilih menu Laporan -> Laporan Barang Kuasa Pengguna -> Laporan Penyusutan KPB -> Proses -> Print ke Nitro -> Simpan dengan nama susutintra di folder C:\BMNKPB13\xcell. Sesaat setelah proses penyimpanan laporan, Nitro PDF akan terbuka, jangan ditutup/diclose, cukup minimize saja. Lakukan pencetakan untuk Penyusutan Ekstrakomtabel tetapi simpan dengan nama susutekstra, perlu diperhatikan untuk penulisan nama file, sering terjadi kesalahan dengan memberi nama susutextra akan menyebabkan error saat proses pembuatan CAL-BMN. Sejak rekon tahunan 2016, penyusutan Aset Tak Berwujud juga diperlukan, untuk itu lakukan pencetakan untuk Penyusutan Aset Tak Berwujud dan simpan dengan nama susutatb. Bagi satker yang tidak memiliki penyusutan Aset Tak Berwujud, dapat menggunakan file ini.

  1. Selanjutnya cetak Laporan Barang Hilang dengan memilih menu Laporan -> Laporan Barang Hilang -> Proses -> Simpan dengan nama baranghilang pada folder C:\BMNKPB13\xcell. Sesaat setelah proses penyimpanan laporan, Nitro PDF akan terbuka, jangan ditutup/diclose, cukup minimize saja.

  1. Selanjutnya cetak Laporan Barang Rusak Berat dengan memilih menu Laporan -> Laporan Barang Rusak Berat -> Proses -> Simpan dengan nama barangrusakberat pada folder C:\BMNKPB13\xcell. Sesaat setelah proses penyimpanan laporan, Nitro PDF akan terbuka, jangan ditutup/diclose, cukup minimize saja.

  1. Selanjutnya cetak Laporan Kondisi Barang dengan memilih menu Laporan -> Laporan Kondisi Barang -> isikan periode laporan 30-06-2016 -> Proses -> Simpan dengan nama kondisibarang pada folder C:\BMNKPB13\xcell. Sesaat setelah proses penyimpanan laporan, Nitro PDF akan terbuka, jangan ditutup/diclose, cukup minimize saja.

  1. Lakukan pencetakan laporan Catatan Atas Laporan BMN pada menu Laporan -> Catatan Atas Laporan BMN – KPB -> Pilih Laporan Gabungan Intra & Ekstra -> Proses -> keluar dari tampilan laporan tanpa proses print.

  1. Buka folder C:\BMNKPB13\TEMP dan ganti nama crbmn menjadi gabungan

  1. Kembali ke SIMAK-BMN dan cetak laporan Barang Bersejarah, Buka folder C:\BMNKPB13\TEMP dan ganti nama crbmn menjadi barangbersejarah
  2. Kembali ke SIMAK-BMN dan cetak laporan Aset Tak Berwujud, Buka folder C:\BMNKPB13\TEMP dan ganti nama crbmn menjadi asettakberwujud
  3. Buka Nitro yang sudah diminimize dan klik menu To Excel, pastikan untuk mencentang pilihan Include all open PDF documents, memilih Output tables to menjadi Single Sheet, Output folder pilih ke Folder of original file, dan menghilangkan centang di Open files after conversion.

  1. Jika keseluruhan proses dilakukan dengan baik, maka pada folder C:\BMNKPB13\TEMP akan tertampil seperti di bawah ini

  1. Sedangkan folder C:\BMNKPB13\xcell akan terlihat seperti ini

  1. Perlu diperhatikan untuk penulisan nama file harus benar, jika sudah dapat membuka aplikasi CAL-BMN dan lakukan proses generate CAL-BMN
  2. Perlu diperhatikan lokasi rekon BUKAN nama tempat pelaksanaan (hotel, gedung, kantor balai), tapi nama kota pelaksanaan.