• Pastikan kolom penandatanganan sudah terupdate, baik tanggal maupun pejabat yang menandatangani, untuk rekon semesteran 30 Juni dan tahunan 31 Desember. Untuk SIMAK Pengubahan ini dilakukan pada menu Tabel Referensi – Tabel Penandatanganan. Untuk Persediaan pada menu Referensi – Penandatanganan.

  • Saat proses rekon, dokumen yang pertama kali diserahkan ke Tim BMN kantor pusat adalah Neraca Saldo Awal Persediaan, SIMAK, dan Neraca Percobaan SAIBA, Neraca Saldo Akhir Persediaan, SIMAK, dan Neraca Percobaan SAIBA. ADK Persediaan dan SIMAK juga diserahkan. Pastikan nilai kelompok akun yang ada pada Neraca Persediaan sama dengan Neraca SIMAK, dan nilai kelompok akun pada Neraca SIMAK sama dengan Neraca Percobaan SAIBA. Neraca SIMAK adalah neraca halaman pertama dan kedua.
  • Saldo awal Persediaan dan SIMAK adalah 31 Desember tahun anggaran sebelumnya (misal rekon semester I dan II 2016, saldo awalnya adalah 31 Desember 2015, BUKAN 1 Januari 2016).
  • Saldo Awal adalah Neraca Audited (bagi satker yang mendapat koreksi dari BPK) atau Neraca tahun anggaran lalu (bagi satker yang tidak ada koreksi BPK dapat mengeceknya pada laporan BMN tahun lalu). Nilai Saldo Awal tidak boleh berubah.
  • Jika ada transaksi Saldo Awal harus dituangkan dalam CAL-BMN alasan mengapa BMN tersebut dicatat pada menu Saldo Awal.
  • Jika ada transaksi Reklasifikasi perlu dicek pada menu Buku Daftar – Daftar Transaksi BMN. Nilai Reklas Masuk harus sama dengan nilai Reklas Keluar.
  • Jika rekon tahunan pastikan sudah tidak ada akun Aset Tetap Dalam Renovasi dan/atau Konstruksi Dalam Pengerjaan, terkecuali jika Satker tersebut memiliki pengadaan multiyears. Jika tidak ada pengadaan multiyears maka BMN dengan akun tersebut harus segera ditindaklanjuti.
  • Jika terdapat normalisasi, maka petugas BMN harus menindaklanjutinya dengan melakukan inventarisasi terhadap barnag-barang yang termasuk dalam proses normalisasi, jika ditemukan barang tersebut maka dicatat di menu Saldo Awal. Jika tidak ditemukan maka harus dijelaskan dalam CAL-BMN, transaksi apa yang menyebabkan tidak adanya fisik barang tersebut.
  • Jika pada rekon tahunan masih terdapat akun Aset Tetap Yang Dihentikan Penggunaannya, terutama dengan nilai yang besar dan sudah ada sejak tahun anggaran yang lalu, harap segera ditindaklanjuti dengan proses penghapusan di tahun anggaran selanjutnya.
  • Cek pada SIMAK menu Buku/Daftar – Daftar SPM terkait BMN, cek pada halaman kedua, jika terdapat selisih maka telah terjadi kesalahan pencatatan.
  • Cek pada SIMAK menu Buku/Daftar – History BMN, untuk mengecek apakah sudah dilakukan penyusutan atau belum, termasuk juga mengecek apakah ada nilai BMN yang minus.

  • Cek pada SIMAK untuk laporan penyusutan, Nilai Buku tidak boleh bernilai negatif.

  • Jika ada koreksi dari Tim BMN kantor pusat, petugas BMN Satker harus menyerahkan dokumen Neraca Saldo Awal Persediaan, SIMAK, dan Neraca Percobaan SAIBA, Neraca Saldo Akhir Persediaan, SIMAK, dan Neraca Percobaan SAIBA serta ADK Persediaan dan SIMAK yang sudah dikoreksi.

UPDATE per 6 Juni 2017

  • Mulai rekon semester I tahun 2017, Tim BMN Pusat akan memeriksa kejelasan reklas, transfer, dan koreksi pada transaksi SIMAK dan Persediaan.
  • Untuk transaksi Reklas Keluar harus sama total nilai rupiahnya dengan Reklas Masuk, tidak diperkenankan lagi untuk memasangkan Reklas Keluar dengan Koreksi Nilai, hal ini untuk mengurangi pertanyaan saat pemeriksaan oleh auditor.
  • Untuk transaksi Transfer Keluar pada SIMAK-BMN, Satker Pengirim WAJIBmemastikan ADK transfernya sudah diinput pada transaksi Transfer Masuk pada SIMAK-BMN Satker Penerima, dan pastikan pada tampilan menu transaksi Transfer Masuk, kode satker pengirim terdiri dari 20 digit kode satker.
  • Untuk transaksi Transfer Masuk dan Keluar pada aplikasi Persediaan, Satker Pengirim dan Satker Penerima WAJIB mengisi kolom Kode Organisasi Tujuan (pada transfer keluar) dan Kode Organisasi Pengirim (pada transfer masuk), harus diisi dengan kode satker 20 digit, agar tidak merepotkan, kode satker dapat dicatat pada menu Referensi dan dapat langsung dipilih saat mencatat transaksi transfer. Tampilan menu transfer Persediaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini
  • Nilai Beban Persediaan pada aplikasi Persediaan harus sama dengan yang ada pada aplikasi SAIBA, begitu pula nilai beban Penyusutan pada laporan penyusutan SIMAK-BMN harus sama dengan laporan neraca percobaan SAIBA

UPDATE per 4 Juli 2017

  • Jika terdapat penghentian penggunaan yang sudah lewat 1 semester, harus dijelaskan di dalam CALK BMN mengapa proses penghapusannya melewati semester
  • Opnam Fisik barang persediaan dilakukan secara semesteran dan diinput pada aplikasi Persediaan jika terdapat selisih antara jumlah di aplikasi dan jumlah sesungguhnya
  • Terkait RKBMN, jika ada perubahan/ pembaruan pada data SIMAK setelah rekonsiliasi semester I maka agar segera melakukan rekon ulang dengan KPKNL dan pemutakhiran data lagi pada aplikasi SIMAN serta penjelasan pada CALK BMN
  • Agar seluruh satker wajib  melakukan rekonsiliasi internal per bulan antara SIMAK dan SAIBA  dan mengirimkan segera SIPBB